ULAANBAATAR — Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang dipenuhi berbagai perubahan emosional dan sosial. Sayangnya, isu kesehatan mental dan kesejahteraan emosional di kalangan remaja kerap kali belum dibicarakan secara terbuka.

Melihat tantangan tersebut, inisiatif “Positive Mind, Healthy Future” hadir untuk menciptakan ruang yang aman dan interaktif bagi para siswa. Program ini dirancang agar remaja dapat memahami emosi mereka dengan lebih baik, mengekspresikan diri tanpa rasa takut, serta mempelajari metode yang sehat dalam mengelola stres.
Pendekatan Interaktif di School No. 92
Pelaksanaan proyek ini berfokus pada siswa berusia 13–15 tahun di School No. 92, Ulaanbaatar. Kegiatan dirancang secara komprehensif dengan menggabungkan sesi edukasi kesadaran kesehatan mental dan latihan kreatif yang partisipatif.
Selama sesi berlangsung, para siswa diajak mendiskusikan berbagai topik utama:
- Kesejahteraan Emosional: Mengenali dan mengidentifikasi spektrum emosi yang dialami sehari-hari.
- Manajemen Stres: Memahami pemicu tekanan dan cara mengatasinya secara konstruktif.
- Komunikasi Positif: Melatih pola interaksi yang empati dan sehat antar sesama.
- Dukungan Sebaya (Peer Support): Mengembangkan sikap saling mendukung dan peduli terhadap kondisi mental teman sekelas.
Ekspresi Perasaan Lewat Seni Melukis
Salah satu pembelajaran penting dari proyek ini adalah bagaimana pendekatan kreatif mampu membuka ruang dialog yang lebih jujur. Remaja terbukti jauh lebih terbuka dalam mendiskusikan isu kesehatan mental ketika terlibat dalam aktivitas interaktif.
Melalui media menggambar dan melukis di atas kanvas, para peserta mendapatkan saluran yang nyaman untuk memproyeksikan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Proyek ini menjadi bukti nyata bahwa penyediaan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung adalah kunci utama dalam mendampingi tumbuh kembang emosional remaja — membekali mereka dengan pikiran yang positif untuk menyongsong masa depan yang lebih sehat.





